Penyebab Gangguan Jiwa

Gangguan Kejiwaan Serta Penyebabnya

Dari hasil berbagai penyelidikan dapat dikatakan bahwa gangguan jiwa adalah kumpulan dari keadaan-keadaan yang tidak normal, baik yang berhubungan dengan fisik, maupun dengan mental. Contoh dari gangguan jiwa yaitu :

1. Neurasthenia
Adalah salah satu gangguan jiwa yang sudah lama dikenal orang berbagai penyakit saraf, yang dahulu disangka terjadi karena lemahnuya saraf, karena itu pengobatan-pengobatan diwaktu itu dilakukan dengan jalan menyuruh pasien istirahat di tempat tidur, jauh dari keributan dan bahaya, disamping memberikan obat-obat penguat dan penenang.

Ciri-ciri penyakit Neurasthenia:
Seluruh badan letih, tidak bersemangat, perasaan tidak enak, sebentar-bentar ingin marah, mengeretu, tidak sanggup berpikir tentang sesuatu persoalan, sukar mengingat dan memusatkan perhatian. Penyebab penyakit Neurasthenia adalah ketidak tenangan jiwa, kegelisahan, tekanan dan pertentangan batin serta persaingan.

2. Hysteria
Hysteria terjadi akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi kesukaran-kesukaran, tekanan perasaan, kegelisahan, kecemasan dan pertentangan batin. Diantara gejala-gejalanya ada yang berhubungan dengan fisik dan ada pula yang berhubungan dengan mental.

Yang Termasuk Dalam Gejala-gejala Fisik Antara Lain;

a) Lumpuh Hysteria, Adalah lumpuhnya salah satu anggota fisik, akibat tekanan atau pertentangan batin yang tidak dapat diatasi.
b) Cramp husteri, Cramp hysteria di sebabkan oelh pula tekanan perasaan, yang sering kali terjadi penulis mencari penghidupan dengan tulisan-tulisannya

b) Kejang hysteria, Badan seluruhnya menjadi kaku, tidak sadarkan diri, kadang-kadang sangat keras di sertai dengan teriak-teriakkan dan kelebihan keluhan, tetapi air mata tidak keluar.

c) Mutism (hilang kesanggupan berbicara), Mutism itu ada dua macam pertama tidak sanggup bicara dengan suara keras kedua tidak dapat bicara sama sekali biasanya gejala ini terjadi akibat tekanan prasaan kecemasan putus asa, merasa hina, gagal dan sebagainya

Yang termasuk dalam gejala-gejala yang berhubungan dengan mental antara lain :

a) Hilang ingatan (Amnesia),hilang mejala atau lupa akan kejadian-kejadian tertentu dalam hidup sangat erat hubungan nya dengan emosi, orang yang hilang ingatan ia akan lupa segala sesuatu, akan semua orang yang pernah dikenalnya bahkan lupa akan dirinya, namanya, rumahnya, pekerjaannya dsb.

b) Kepribadian kembar (double personality), adalah salah satu gejala hysteria yang disebabkan oleh kegelisaanyang amat sangat, dan dijadikan cara untuk menghukum dirinya atau melepaskan diri dari ketegangan batin, kecemasan atau konsflik yang dirasakannya.

c) Mengelana secara tidak sadar (Fugue), Adalah gejala hiteria lain iyalah orang pergi mengelana berjalan tanpa tujuan, tidak tau mengapa ia pergi dan kemana ia pergi

d) Jalan-jalan sedang tidur (somaagulism), Orang yang diserang oleh gejala ini dikuasi oleh sejumlah pikiran dan kenang-kenangan yang berhubungan satu sama lain.

3. Psyehasthenia

Psychasthenia adalah gangguan jiwa yang  bersifat paksaan, yang berarti kurangnya kemampuan jiwa untuk tetap dalam keadaan integrasi yang normal. Gejala penyakit ini terdiri dari :

1.Phobia

phobia adalah rasa takut yang tidak masuk akal, atau yang ditakuti tidak seimbang dengan ketakutan, penderita tidak tahu mengapa takut dan tidak dapat menghindari rasa takut itu. Kadang-kadang rasa takut yang tidak masuk akal itu menyebabkan tertawaan orang, sehingga ia semakin merasa cemas. Diantara phobia yang terkenal ialah takut berada di tempat yang tertutup, tinggi, luas, ditengah orang ramai, melihat darah, binatang kecil, kotoran dan sebagainya.

Contoh:

Seorang ibu yang mempunyai anak banyak merasa  ngeri  melihat ular, ulat atau permainan dan gambar yang melukiskan ular atau ulat. Kadang-kadang ia merasa malu apabila anaknya memperhatikan sikapnya waktu melihat gambar ular, atau permainan yang merupakan ular-ularan, ulat-ulatan kecil dan sebagainya. Ternyata dalam penelitian, waktu ia masih kecil pernah diganggu saudaranya dengan membuka suatu bungkusan yang di dalanya terdapat beberapa ekor ulat yang masih hidup. Ketika ia merasa sangat ngeri, tetapi lama kelamaan peristiwa itu terlupa, yang tinggal hanya rasa ngeri, bila melihat ular dan gambarnya.

2.Obsesi

yaitu gejala gangguan jiwa, dimana penderita dikuasai oleh suatu pikiran yang tidak bisa dihindarinya. Misalnya seorang gadis yang merasa bahwa ia akan sengsara saja. Apabila ia sedang menimba air maka ia merasa akan jatuh ke dalam sumur. Ia merasa pula bahwa hidupnya selalu diliputi kesusahan.

Dalam penelitian terbukti bahwa si gadis tersebut adalah anak yang sangat dimanja, akan tetapi terpaksa hidup terpisah dari orang tuanya. Kegagalan dalam penyesuaian diri akibat perpisahan itu, menyebabkan ia merasa sangat kecewa dan selalu menyalahkan nasibnya.

3.Kompulsi

kompulsi adalah gangguan jiwa, yang menyebabkan melakukan sesuatu, baik masuk akal ataupun tindakan itu tidak dilakukannya, maka penderita akan merasa gelisah dan cemas, kegelisahan atau kecemasan itu baru hilang apabila tindakan itu dilakukan, gejalanya banyak seperti ;

a.repetitive compulsive

orang terpaksa mengulang-ngulang pekerjaannya. Akan tetapi tidak semua pengulangan  dianggap sebagai gangguan jiwa. Pengulangan yang termasuk gangguan jiwa ialah apabila kelakuan itu mempengaruhi hubungan sosialnya, dalam mencapai suatu  kebutuhan atau keinginannya. Disamping itu ia terpaksa pula mengeluarkan tenaga lebih banyak dari kebutuhan pekerjaannya, karena untuk setiap pekerjaan yang dilakukannya, ia terpaksa mengulang ulanginya kembali.

Banyak juga orang yang dapat menahan perasaan ingin mengulang-ngulang itu, dan menyalurkan keinginannya itu ke arah yang bermanfaat dan sesuai dengan alam sekitarnya.tetapi bila keadaannya terganggu, maka kecemasannya bertambah dan keinginannya untuk mengulang-ulangi itubertambah kuat.

Contoh :

Seorang pemuda yang bekerja di salah satu Bank, pada permulaan ia biasa sajam, tetapi tak lama kemudian ia merasa terpaksa mengulang-ngulang  menghitung dan meneliti kembali apa yang telah dilakukannya, karena ia merasa ragu-ragu akan pekerjaannya. Makin lama, kecemasannya makin bertambah hebat, sehingga ia tidak dapat lagi menyelesaikan pekerjaan nya dan ia menjadi takut kalau-kalau orang memperhatikan kelakuannya dan mungkin mencurigai dan menyangka hal yang bukan-bukan. Disamping itu, menyusul pula gejala lain, yaitu tidurnya tidak tentram, karena diganggu oleh mimpi yang buruk.

Dari penelitian terbukti, bahwa pemuda ini sangat ingin bekerja di Bank itu. Dan ia tahu bahwa masa 3 bulan pertama, adalah masa percobaan, ia mengharap supaya pekerjaannya memuaskan dalam masa percobaan itu dan selalu merasa takut jika tidak diterima

b.serial compulsive

Dalam hal ini, penderita terpaksa melakukan suatu urutan-urutan  tertentu dalam kehidupannya sehari-hari. Misalnya dalam berpakaian, harus dimulai dengan pakai sepatu, kain, baju dan seterusnya. Jika ia merubah urutan-urutan itu, ia akan merasa cemas sekali., ia tidak akan merasa tenang, sebelum mengulang kembali dari semula. Demikian pula halnya dengan membuka pakaian.

c.compulsive ordelinenese

Dalam hal ini seorang terpaksa harus mengikuti suatu aturan tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya seseorang akan  merasa terganggu bila buku-buku dalam almarinya diubah susunan atau salah penempatannya. Jika terjadi perubahan, ia akan merasa gelisah.

d.copulsive magic

Orang yang dihinggapi gangguan ini, terpaksa membaca kalimat-kalimat tertentu sebelum melakukan suatu pekerjaan. Seandainya ia terlanjur malakukan suatu pekerjaan tanpa membaca kalimat-kalimat itu, ia akan merasa cemas dan gelisah. Untuk menghilangkannya ia terpaksa mengulangi pekerjaannya itu dengan terlebih dahulu membaca kalimat-kalimat tersebut.

e.kleptomania

Penderita terpaksa mencuri baran orang lain. Sebenarnya ia merasa gelisah dengan kelakuan mencuri itu, akan tetapi ia tidak dapat menghindari dirinya dari tindakan itu. Yang banyak menderita gejala ini adalah anak-anak karena orang tuanya terlalu keras, terlalu disiplin, atau kurang memperhatikan anak-anaknya.

f.fetishism

Pada gejala ini orang terpaksa mengumpulkan dan menyimpan barang-barang kepunyaan orang lain dari seks yan berlainan. Misalnya  orang laki-laki yang suka menyimpan sapu tangan, sepatu atau rambut wanita, yang baginya mempunyai arti atau nilai seksuil dalam perasaannya.

g.compulsive yang berhubungan dengan seksuil

Gejala ini ada dua macam yaitu pertama, ingin tahu tentang kelamin dari orang yang berlainan seks, dan kedua ingin memamerkan kelamin sendiri. Dalam hal yang pertama, seseorang akan berusaha untuk melihat atau memperhatikan bentuk tubuh dan kelamin orang lain dengan berbagai cara, atau juga memegang-megangnya. Dalam hal kedua orang yang merasa terdorong untuk memamerkan tubuh dan kelaminnya tanpa merasa malu.

Pada umumnya gejala tersebut diakibatkan oleh pengalaman yang tidak menyenangkan waktu kecil, atau mungkin pula sebagai ungkapan dari keinginan yang tertahan pelaksanaannya dan merasa takut kalau keinginannya itu terasa kembali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: